Jews, God and History
Ulasan Buku

Jews, God and History

Tujuh tahun lalu, saya membaca buku Children of Abraham. Itu adalah bacaan pertama saya mengenai umat Yahudi dari sudut pandang insider. Adapun sumber dari sudut pandang outsider, sudah sejak kecil saya membaca atau mendengar tentangnya, baik yang penuh dengan prasangka maupun tidak. Memahami masyarakat lain, termasuk dan terutama masyarakat dari agama lain, perlu didukung dengan … Baca lebih lanjut

Golongan Kutu Buku Garis Keras
Esai / Ulasan Buku

Golongan Kutu Buku Garis Keras

Buku Al-Qiro’ah wa al-Hitsts alaiha, karya Sayyid Muhammad Al-‘Aidrus, ditulis karena suatu kegelisahan. Kegelisahan akan nihilnya minat baca di kalangan anak muda. Perihal apa dan bagaimana isi buku itu, biar dibicarakan di lain kesempatan saja. Yang menarik disebutkan di sini adalah cerita penulis tentang para panutan di bidang membaca itu. Penulis mengutip kisah para ulama … Baca lebih lanjut

Binatangisme
Ulasan Buku

Binatangisme

Membaca Binatangisme membuatku pening tujuh keliling. Hal itu bukan karena buku itu sulit dipahami. Sekali-kali bukan! Melainkan karena isinya sangat terang benderang, seterang matahari di siang bolong. Dan di situlah persoalannya. George Orwell mengolah jalan ceritanya seperti bertutur tentang masa kelam yang dialami oleh manusia. Memang dia bertutur tentang hewan-hewan, tapi dia tidak sedang bercerita … Baca lebih lanjut

Membaca Mahbub Atau Orwell
Esai / Ulasan Buku

Membaca Mahbub Atau Orwell

Baru saja selesai menghabiskan Novel Hujan Bulan Juni, kini saatnya menyantap George Orwell, Animal Farm. Dua buku itu saya pinjam dari Jhon, satu di antara secuil lelaki skripsi yang sedang menyintas status kemahasiswaannya. Saking terkenalnya, di dalam Bahasa Indonesia novel ini sudah diterjemahkan oleh lima orang berbeda, dari tahun berbeda-beda. Yang paling awal adalah terjemahan … Baca lebih lanjut

Menilai Novel Tere Liye
Esai / Ulasan Buku

Menilai Novel Tere Liye

Ini sebetulnya soal selera saja. Jika ada penggemar Tere Liye melihat gambar di atas, anggap saja kita cuma beda selera, tidak kurang tidak lebih. Tapi tulisan di gambar itu bukan tulisan saya. Ponakan saya, yang kini sedang sekolah kelas VI Madrasah Ibtidaiyah, menulis penilaian kejam itu. Entah apa yang ada dalam pikirannya hingga dia dengan … Baca lebih lanjut