Tugas UAS Terbaik Semester Ini

Melanjutkan cerita semester lalu tetang tugas akhir terbaik, kini akan saya ceritakan tugas-tugas semester ini (genap 2019). Ini saya rencanakan akan ditulis terus hingga semester-semester berikutnya.

Tugas untuk semester ini cukup berbeda, meski muatan dan isinya tergolong masih sama. Perbedaannya adalah keharusan memuat tulisannya di web LPM Platinum, sebuah web yang dikelola oleh salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di Al-Qolam. Tulisan yang mereka kirim kebanyakan berupa puisi, kemudian sebagian esai dan cerpen.

Tujuan saya adalah melatih para mahasiswa agar mem-publish karya mereka. Pada dasarnya, harapan saya agar mahasiswa gembira-ria berkarya, lalu menunjukkannya kepada dunia. Harapan agar mahasiswa itu berkarya pun sebenarnya tidak terbatas kepada tulisan. Sebenarnya apapun yang mereka berhasrat melakukan. Namun karena pertimbangan sulitnya menilai berbagai karya yang mereka minati nanti, juga arah pendidikan tinggi di sini yang berorientasi keterampilan riset, maka terpaksa dibatasi kepada tulisan semata.

Asalkan mereka terdorong untuk berkarya, itu sudah memadai bagi visi pendidikan saya pribadi. Visi pendidikan yang saya anut adalah mengajak orang-orang untuk kreatif. Visi ini terinspirasi dari keluhan Pram tentang betapa tidak produktifnya manusia Indonesia. Minimnya produktivitas orang Indonesia adalah karena banyak faktor, salah satunya tidak terdidik untuk kreatif. Nah, ajakan untuk berkarya dan diterbitkan di sebuah web semoga bisa mendorong mereka untuk bisa kreatif.

***

Bagaimana dengan plagiarisme? Nah, rupanya masih ada yang nekat melakukannya. Padahal sudah berulang-ulang diperingatkan sejak awal semester, tidak ada ampun untuk para plagiator. Namun apalah daya, mereka tampaknya memilih risiko berakhir tidak enak ketimbang tidak enak mengantisipasi risiko. Akhirnya mereka tidak dapat ampun betulan.

Dan melihat mereka harus memperbaiki nilai membuat hati saya terenyuh. Mereka mengantri di bagian administrasi untuk mengurus proses remidi mereka. Seharusnya mereka menikmati liburan semester, namun karena perilaku nekat mereka, habis sudah masa liburan mereka harus terganggu oleh keharusan memperbaiki nilai.

Namun yang patut disyukuri, mahasiswa yang melakukan plagiarisme jauh berkurang. Jumlahnya menyusut tajam, hanya beberapa gelintir saja. Dari 126 mahasiswa yang saya ampu, hanya tujuh orang yang melakukan plagiarisme. Itu hanya 8,82 per sennya! Perihal ada mahasiswa lain yang melakukan plagiarisme namun lolos dari deteksi saya, itu urusan lain. Paling tidak, pantauan saya hanya berhasil mendeteksi segitu.

Jumlah ini tidak ada apa-apanya dibandingkan pas awal saya mulai mengajar. Dulu lebih dari 50% mahasiswa yang saya ampu melakukan plagiarisme ketika membuat tugas kuliah. Dan itu membikin saya mumet, lunglai tidak semangat. Berkat saran dari banyak teman, juga inspirasi dari beberapa teman lain yang berprofesi sama, kini hasilnya mulai terasa.

Hasil ini bisa mengarah pada proses pengembangan skill yang lain. Ada beberapa hal lain yang perlu dikembangkan dari para mahasiswa ini, misalnya public speaking, online research skill, scientific writing, popular writing, deep reading, scientific community development skill, critical thinking, dan lain-lain. Daftarnya bisa sangat banyak. Yang jelas, perlu segera ditegaskan di sini, semuanya itu orientasinya adalah meningkatkan kreativitas. Hanya itu!

***

Di antara semua tugas yang mereka setorkan, punya siapakah yang paling baik? Saya sudah mempertimbangkan banyak hal untuk menjawab pertanyaan ini.

Sebagai orang yang berusaha menjadi bijaksana, tentu saya akan menjawab bahwa semuanya baik, keren, bagus, cool, awesome, dan berbagai pujian lainnya. Tugas saya adalah menyemangati mereka, bukan? Lagi pula, saya meyakini bahwa tidak ada karya yang jelek, asal tidak plagiat. Sebagus apapun sebuah karya, kalau itu plagiat ya tetap saja jelek.

Namun di antara semua yang bagus itu, ada satu tulisan yang unik. Ia beda dari yang lain. Terlihat sekali penulisnya sudah memiliki kosakata yang cukup kaya, juga piawai merangkainya menjadi suatu narasi yang asyik diikuti. Dia bercerita dengan suatu kepercayaan diri yang sangat terasa. Tidak ada kesan kikuk atau malu-malu, seperti mengalir tanpa beban.

Terus-terang, ini adalah tulisan yang sangat jarang saya temui dari tulisan-tulisan bikinan mahasiswa saya. Tingkat kejarangannya seperti berusaha menemukan jarum dalam tumpukan jerami: probabilitas tingkat sangat rendah.

Oh, iya. Nama panggilannya Jatul, tulisannya berjudul Karl, Liona dan Rumah Pohon. Tulisan ini tampaknya menempati kedudukan pertama untuk tugas akhir di semester genap tahun ini. Ke depan,  semoga muncul lebih banyak bakat-bakat muda yang bisa memunculkan tulisan semacam ini.[]


Sumber gambar: pinterest.com

2 tanggapan untuk “Tugas UAS Terbaik Semester Ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s