Esai

DUA FILM MARVEL YANG SANGAT DINANTI

avenger_black_panther

Sumber gambar: di sini

Dua film yang amat saya tunggu adalah Black Panther dan The Avenger: Infinity War. Keduanya adalah keluaran Marvel Studio.

Film-film Marvel memang bagus-bagus. Itu saya sadari ketika menonton film-film DC Studio. Waktu itu sedang ada keluaran film Captain America: Civil War, hampir bersamaan dengan Batman vs Superman. Kualitas keduanya jauh!

Civil War saya dapati memiliki cerita yang jauh lebih bagus. Plot yang dibangun kena. Singkatnya, alasan kenapa Captain Amerika berkelahi habis-habisan dengan Iron Man tidaklah klise.

Coba bandingkan dengan alasan kenapa Batman bertengkar dengan Superman dalam film Batman vs Superman. Alasannya aneh, klise dan tidak cerdas.

Dari film Batman vs Superman ini saya sadar, bahwa kelanjutannya pasti tidak akan menarik. Dan terbukti, Justice League jadi film yang menjengkelkan.

Dua film ini, yakni Batman vs Superman dan Justice League meruntuhkan marwah film-film DC-Warner Bros yang legendaris. Pernah ada Batman The Dark knight dan Batman The Dark Knight Rises, keduanya menampilkan cerita yang berkelas, tidak murahan. Keduanya tiba-tiba hanya tinggal sejarah semata, ditelikung oleh kerja buruk dua film DC terakhir.

Adapun pesaingnya, yakni Marvel yang bekerjasama dengan Walt Disney, punya film-film yang ciamik. Dimulai dari 3 sekuel Ironman, lalu ada Captain America 3 sekuel, dan ditambah The Avengers juga 3 sekuel.

Ant Man tidak bagus, bahkan menjurus ke kualitas cerita yang buruk. Tapi sekuelnya sebentar lagi rilis, saya harap kesalahan di film sebelumnya tidak terulang.

Thor tidak begitu sukses di film pertama. Tapi sekuelnya menampilkan cerita yang cukup menghibur.

Dr. Strange juga tidak kelihatan kesuksesannya. Tapi penampilannya di Infinity War amat ditunggu, amat menggelitik rasa penasaran. Saat tampil di Thor: Ragnarok, gaya Dr. Strange menarik sekali.

Dengan demikian, tinggal Black Panther dan Infinity War yang musti saya tonton. Dan sialnya keduanya mendapat banyak pujian di luar sana.

***

Ketika saya bilang “sedang menunggu” suatu film baru, itu tidak berarti saya suka menonton film di bioskop. Sama sekali tidak.

Jarak dari rumah saya ke bioskop terbilang jauh. 45 menit perjalanan dengan sepeda motor, jika jalanan lengang tanpa macet. Jika ada macet tentu bisa lebih lama lagi.

Jarak sejauh itu tidak lain karena bioskop adanya di kota Malang. Sedangkan rumah saya terletak di pedesaan yang sarat ladang tebu.

Saya memang pernah hidup 10 tahun di kota pas kuliah dulu. Kota Yogyakarta, tepatnya. Tapi gaya hidup saya di kota lebih mementingkan uang jajan ketimbang tiket bioskop. Harga tiket bioskop bisa buat beli 2 bungkus nasi kucing + sate telur puyuh + tahu bacem di angkringan selama 3 kali tengah malam.

Seingat saya, cuma sekali saya menonton film di bioskop XXI. Filmnya adalah The Da Vinci Code, sekitar tahun 2006. Tapi setelah itu saya ogah menonton lagi di bioskop.

Nah, itu dulu. Sekarang saya sudah pulang kampung. Dan kampung saya jauh sekali dari bioskop.

***

Namun, meski jarak rumah saya ke bioskop harus ditempuh dengan berdarah-darah, koneksi internet di kampung saya bagus sekali. Indihome fiber optic sudah tersedia. Rumah saya pun berlanggan koneksi internet melalui penyedia jaringan milik pemerintah (you know what I mean).

Dengan demikian, untuk urusan film saya mengandalkan “pasar gelap” atau “bajak laut”. Bagi yang akrab dengan Torent, istilah itu tentu tidak asing. Kelemahannya, untuk menonton film bagus keluaran terbaru,saya harus terlambat kurang lebih sebulan agar dapat film dengan gambar kualitas bagus (HD, Blueray, atau 3GP). Tapi itu tidak jadi soal, toh pada akhirnya sama-sama menonton, bukan?

Untungnya, film-film bikinan dalam negeri tidak mudah didapat di “pasar gelap”. Bahkan cenderung sulit dicari versi gambar bagusnya. Entah kenapa bisa begitu. Itu menguntungkan, sebab saya merasa tidak merugikan para kreator film anak negeri. Bagus.

Di pasar gelap tentu tersedia pula film dewasa, dengan kualitas gambar beragam pula. Persebarannya juga amat bebas, tanpa sensor apapun. Makanya agak aneh juga jika kemarin ada kabar Tumblr diblokir dengan alasan pornografi. Saya yakin, alasan sebenarnya bukan karena pornografi, sebab saya percaya pemegang kebijakan blokir itu bukan orang bodoh.

Berkat pasar gelap pula, saya jadi tahu bahwa banyak film non mainstream yang bagus-bagus. Saya melacak banyak film bagus dari beberapa negara yang tidak ikut jalur Hollywood atau Bollywood. Saya bisa menonton film Lebanon berjudul Sukkar Banat (Caramel), film Jerman berjudul Die Welle, film Iran berjudul Taxi Teheran, juga film Denmark berjudul Kragen. Asyik, bukan?

Iklan

2 thoughts on “DUA FILM MARVEL YANG SANGAT DINANTI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s