Esai / Ulasan Buku

Perihal Harapan

Ini hasil ngaji
kitab ‘Idzatun Nasyi’in.
Harap maklum
kalau terkesan serius.

Mustafa Al-Ghalayini menjabarkan konsep harapan dalam konteks kaum muda. Dan di saat bicara soal kaum muda, tak ada hal lain yang lebih dekat dengan mereka ketimbang perjuangan, kerja keras, aktivisme, idealisme dan masa depan masyarakat secara umum.

Oleh karena itu, beliau menasihati anak-anak muda agar memupuk harapan. Manurutnya, mundurnya masyarakat Muslim dibanding masyarakat lainnya disebabkan, di antaranya, karena redupnya api harapan.

Kebaikan, bagi Mustafa al-Ghalayini, hanya akan dilakukan oleh mereka yang memiliki harapan. Mereka yang memiliki harapan adalah orang yang yakin dan percaya bahwa tindakannya mesti membuahkan hasil kebaikan. Sebaliknya, mereka yang putus asa tidak memiliki keyakinan semacam ini. Mereka sudah tak percaya lagi bahwa apa yang dia lakukan akan berguna dan berdaya hasil.

Problemnya, demikian Mustafa al-Ghalayini, masyarakat kita ini mudah sekali goyah. Keyakinan bahwa tindakannya akan berbuah manfaat itu gampang sekali goncang. Sekali keyakinan itu diterpa keraguan—keraguan tentang hasil dan guna dari tindakannya, saat itu juga aktivitas positif dan tindakan baiknya dia hentikan. Ini problem kita saat ini, rentan sekali terombang-ambing keraguan.

Kerentanan itu adalah pertanda lemahnya harapan. Inilah “penyakit sosial dan wabah peradaban” kita.

Oleh sebab itu, jarang kita lihat di masyarakat kita orang-orang yang bekerja keras untuk mencapai cita-citanya. Jarang kita lihat orang-orang menjalani hidup sukses. Orang-orang itu terlalu larut dalam penyesalan.

Nah, para pemuda ini, yang menjalan hidup penuh perjuangan dan idealisme, mereka perlu memupuk harapan. Di tangan merekalah masa depan umat. Para pemuda yang kehilangan harapan berarti umat tinggal menunggu mati.[]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s