musik / video

Hidup

Saya ingin sekali hidup ini tidak berakhir percuma, sebab berkat satu hidup ini saja, berjuta-juta hal bisa saya lakukan. Tak peduli serba kekurangannya diri ini, asal hidup masih disandang, masih banyak hal yang bisa saya kerjakan.

Sungguh aneh jalan pikiran orang-orang yang menyerah pada saat hidup masih mereka nikmati, seakan hidup dalam dirinya memanglah bermasalah, seolah hidup pasti mengarah pada kesia-siaan. Siapa yang berhak menghakimi, padahal maut pun belum menjemput? Tidak! Saya masih optimis pada alasan kenapa saya masih hidup!

Hidup adalah modal tak terkira untuk memperjuangkan apa yang layak diperjuangkan.

Terima kasih, hidup, atas pemberiannya yang melimpah:
telah ia berikanku dua bintang, kala kusibak mereka,
‘ku mampu bedakan dengan pasti yang hitam dari yang putih,
dan di angkasa tinggi, latarnya yang terang-benderang,
dan di kerumunan, orang yang kucinta

Terima kasih, hidup, atas pemberiannya yang melimpah:
telah ia berikanku telinga, dalam luas cakupannya,
merekam malam dan siang, jangkerik dan burung kenari,
palu dan turbin, lolong dan hujan deras
dan suara lembut kekasihku

Terima kasih, hidup, atas pemberiannya yang melimpah:
telah ia berikanku suara, dan aksara-aksara
dan dengan keduanya kata-kata yang aku berpikir dan menyatakan:
ibu, teman, saudara, dan cahaya yang menerangi
jalan jiwa orang yang kucinta

Terima kasih, hidup, atas pemberiannya yang melimpah:
telah ia berikanku langkah dari kakiku yang lelah,
dengannya t’lah kulintasi kota-kota dan kubangan,
lembah dan gurun, pegunungan dan dataran,
dan rumahmu, alamatmu serta halamanmu.

Terima kasih, hidup, atas pemberiannya yang melimpah:
telah ia berikanku hati yang bergetar di dada,
di kala kulihat buah otak manusia,
di kala kulihat kebaikan, amat jauh dari keburukan,
di kala kulihat ke dalam jernih matamu.

Terima kasih, hidup, atas pemberiannya yang melimpah:
telah ia berikanku tawa, telah ia berikanku tangis—
hingga aku bisa membedakan bahagia dari derita,
dua bahan yang menyusun laguku,
dan lagumu, yang berupa lagu yang sama,
dan lagu semua orang, yang merupakan laguku.

Terima kasih, hidup….

~ Diterjemahkan dari Gracias a la Vida. Lagu ini diciptakan dan dinyanyikan pertama kali oleh biduwanita asal Chili, Violeta Parra, tahun 1966. Violeta Parra menginspirasi genre baru dalam balantika musik Amerika Latin yang disebut dengan Nueva Canción. Di video di atas, lagu ini dinyanyikan oleh Mercedes Sosa bersama Joan Baez.[]

4 thoughts on “Hidup

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s